Pembatasan Objek Wisata Danau Toba akibat Banjir Bandang

by -383 Views

Pada Minggu sore, 16 Maret 2025, terjadi banjir bandang dan tanah longsor di sekitar Danau Toba, Kabupaten Simalungun. Kejadian alam ini menyebabkan penutupan sementara objek wisata di tepi Danau Toba. Banjir bandang terjadi di Kecamatan Parapat, sedangkan tanah longsor terjadi di Desa Soalan, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Untuk mengatasi dampak dari bencana tersebut, pihak kepolisian melakukan pengalihan arus lalulintas mulai dari pukul 18.30 WIB. Pengalihan arus dilakukan di Simpang Palang Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Langkah ini diambil untuk menghindari kemacetan dan meminimalisir korban akibat bencana alam. Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa arus lalulintas dari Pematangsiantar menuju Parapat dialihkan dari Simpang Palang ke arah Simpang Sitahuan, begitu pula sebaliknya. Meskipun terjadi perubahan jalur, situasi arus lalulintas tetap aman dan lancar. Operasi pengalihan ini dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Jonni FH Sinaga, SH bersama lima personil Satlantas Polres Simalungun. Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi diduga akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Objek wisata populer di tepi Danau Toba, Parapat, harus ditutup sementara untuk pengunjung. Masyarakat diimbau untuk mengikuti petunjuk petugas dan memperhatikan rambu-rambu pengalihan arus yang dipasang di beberapa titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun terus melakukan assessment dan penanganan dampak bencana, sementara Polres Simalungun mengerahkan tim gabungan untuk membantu evakuasi warga terdampak. Evakuasi dan normalisasi kondisi terus dilakukan dalam upaya mengurangi dampak dari bencana alam yang telah terjadi.

Source link