Minister Unveils “RISE To IPO”: Game-Changer for Mid-Size Businesses

by -214 Views

Menteri Koperasi dan UKM Indonesia, Maman Abdurrahman, secara resmi meluncurkan program RISE To IPO, sebuah solusi pembiayaan alternatif yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan bisnis menengah. Menurut Menteri Maman, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh perusahaan menengah di Indonesia saat ini bukan hanya terbatas pada akses modal, tetapi juga kurangnya skema pembiayaan jangka panjang dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. “Pada saat yang sama, pasar modal Indonesia terus berkembang sebagai sumber pendanaan alternatif yang menjanjikan,” kata Menteri Maman saat acara peluncuran program RISE To IPO: Membekali Perusahaan Menengah untuk Melakukan IPO di Jakarta, Rabu (9 Juli 2025). Beliau menekankan bahwa inisiatif RISE To IPO adalah jawaban nyata atas kesenjangan pembiayaan ini. “Program ini bertindak sebagai jembatan transformatif, mendorong perusahaan menengahi untuk meningkatkan – dari perusahaan swasta menjadi perusahaan publik yang lebih terstruktur, transparan, dan kompetitif,” tambahnya. Menteri Maman mengutip data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menunjukkan bahwa pada akhir 2024, ada 42 perusahaan skala menengah yang terdaftar di papan percepatan, mayoritas berasal dari sektor barang konsumsi, teknologi, dan properti. “Perusahaan-perusahaan menengah ini diharapkan menjadi penopang bagi jutaan usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia,” katanya. Beliau menjelaskan bahwa perusahaan menengah yang tangguh dan kompetitif dapat bertindak sebagai penerima dan pengumpul dalam kemitraan rantai pasokan, menciptakan efek pengganda pada ekonomi nasional. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto – visi yang menekankan pentingnya hulu industri dan penguatan sektor produktif. “Dengan menjadi perusahaan publik, perusahaan menengah tidak hanya akan meningkatkan ketahanan bisnis mereka sendiri, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi usaha mikro dan kecil untuk tumbuh dan mengembangkan operasinya,” demikian disimpulkan oleh menteri.

Source link