Prabowo Talks Tough Negotiations: Protecting Workers is My Duty

by -147 Views

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk melindungi kepentingan nasional, terutama kesejahteraan para pekerja, di tengah tekanan ekonomi global yang meningkat dan sikap keras dari kekuatan besar. Dalam pidatonya pada peringatan ulang tahun ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Rabu malam (23 Juli) di Jakarta Convention Center, Prabowo mengakui bahwa negosiasi ekonomi—terutama dengan Amerika Serikat—tidaklah mudah, namun ia tetap menegaskan bahwa bertahan teguh adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala negara.

“Dunia tidak dalam kondisi baik saat ini—kita semua tahu hal itu,” ujar Prabowo. “Ada perang di sana, perang di sini. Namun Indonesia sedang berusaha keras untuk menjaga keseimbangan. Kita tidak berpihak. Kita menghormati semua pihak, kita ingin hubungan yang baik.”

Ia menyoroti bahwa saat ini lanskap ekonomi ditandai oleh negosiasi sengit dengan Amerika Serikat, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi banyak negara.

“Ketika berbicara tentang ekonomi, bukan hanya kita—setiap negara menghadapi tekanan yang sangat keras dari Amerika Serikat. Itu adalah kenyataan. Namun kita harus bersikap menghadapinya,” katanya.

Prabowo menekankan bahwa pendekatannya dipandu oleh kewajiban melindungi pekerja Indonesia, terutama dari ancaman pemutusan massal.

“Pendekatan saya—tanggung jawab saya—adalah melindungi kepentingan rakyat Indonesia. Saya berkewajiban untuk melindungi warga negara kita,” ujarnya. “Di ranah ekonomi, saya harus memastikan tidak ada alasan bagi perusahaan untuk melakukan pemutusan terhadap pekerja kita.”

Presiden juga menanggapi realitas sorotan publik, mencatat bahwa keputusan pemerintah seringkali disambut dengan kritik—terkadang bersifat membangun, terkadang tidak.

“Tentu, saya mempertimbangkan, saya bernegosiasi,” kata beliau. “Selalu akan ada kritik. Dan itu baik—kita membutuhkan kritik, kita membutuhkan pengawasan. Namun jika berubah menjadi sikap sinis yang tak kenal lelah, itu adalah hal lain. Seakan-akan tidak ada yang kita lakukan benar. Bahkan ketika kita mencoba melakukan pekerjaan yang baik, itu tidak pernah dianggap cukup baik.”

Meskipun dihadapkan pada tantangan, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan pemerintahannya akan tetap berfokus pada ketahanan nasional, perlindungan pekerja, dan keterlibatan global yang adil—tanpa mengorbankan kedaulatan Indonesia atau mata pencaharian rakyatnya.

Source link