Presiden Dorong Kolaborasi Ilmuwan Indonesia dan Saintis Global

by -159 Views

Presiden Prabowo Subianto sangat mendukung kolaborasi ilmuwan Indonesia dengan ilmuwan dunia untuk mendorong kemajuan negara. Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menekankan hal ini dalam pidato yang diungkapkan di Jakarta. Presiden Prabowo yakin bahwa kerja sama dengan ilmuwan dari seluruh dunia akan membawa Indonesia ke jalan kemajuan yang lebih terang. Valdryno juga menyoroti pentingnya keterlibatan ilmuwan dalam ruang publik demi mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun mendatang. Presiden Prabowo percaya bahwa ilmuwan dapat berperan penting dalam strategi industrialisasi nasional, yang bertujuan untuk menguasai teknologi modern dan memperkuat sumber daya manusia.

Dalam upaya mendukung perkembangan ilmuwan Indonesia, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025. Acara tersebut diadakan di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung, Jawa Barat pada 7-9 Agustus 2025. Konvensi ini diapresiasi oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan karena dianggap mampu menjadi tempat berkumpulnya para ilmuwan. Dalam pembukaan KSTI 2025, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo ingin mengumpulkan para peneliti serta guru besar bidang STEM untuk memajukan bangsa dan negara.

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri tahun ini mengusung tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi.” Acara ini dihadiri oleh lebih dari 2 ribu ilmuwan yang memiliki tujuan untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menjadi industri bernilai tambah tinggi. KSTI 2025 juga menjadi ajang diskusi strategis antara berbagai sektor, termasuk akademisi, industri, pemerintah, media, dan masyarakat, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan ketegasan kebijakan negara.

Brian Yuliarto menekankan pentingnya KSTI sebagai wadah kolaboratif untuk memajukan sains dan teknologi sebagai senjata bangsa. Konvensi ini juga merumuskan peta jalan riset dan inovasi di delapan sektor strategis yang menjadi fokus utama, termasuk energi, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi dan industrialisasi, kesehatan, pangan, maritim, material dan manufaktur maju. Pemilihan sektor-sektor prioritas ini didasarkan pada kebutuhan strategis untuk mendorong transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan meningkatkan daya saing global.

Source link