Wamendukbangga: 18 Ribu Kader Siap Jadi Ujung Tombak Distribusi MBG – Manfaat dan Strategi Terbaik

by -198 Views

Sebanyak 18 ribu kader Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) telah siap untuk menjadi ujung tombak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk Ibu Hamil, Ibu menyusui, Paud, dan Balita di bawah usia 2 tahun. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyampaikan hal ini dalam acara diskusi Double Check yang diadakan oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan bekerjasama dengan Gempita di Jakarta. Diskusi tersebut membahas peran Pembangunan Keluarga dalam mencapai Indonesia Emas 2045 dan dihadiri oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, serta Tenaga Ahli Utama PCO, Chacha Anisa.

Isyana mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan langkah konkret untuk menyiapkan generasi emas 2045, salah satunya melalui program MBG. Program ini tidak hanya ditujukan untuk anak sekolah, tetapi juga untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan paud. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional dalam hal ini, dengan kader yang siap dilibatkan.

Selain kader PKB dan PLKB, Kementerian tersebut juga bekerja sama dengan Kemenkes dan Kementerian Dalam Negeri dalam membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader PKK, dan kader KB dengan jumlah mencapai 600 ribu di seluruh Indonesia. Mereka menjadi ujung tombak dalam distribusi MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Isyana juga menekankan pentingnya gizi bagi ibu hamil, menyusui, dan balita di bawah 2 tahun. Dia juga menyatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil, karena kebiasaan-kebiasaan dibangun dari keluarga. Dia menekankan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting dalam mencegah stunting, dimulai bukan saat lahir tetapi saat masih dalam kandungan.

Source link