Prabowo Dorong Efisiensi dalam APBN untuk Tak Defisit Lagi

by -210 Views

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memiliki komitmen untuk memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mengalami defisit. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya saat Penyampaian Rancangan APBN Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan. Dalam rancangan APBN tersebut, terdapat alokasi belanja negara sebesar Rp 3.786,5 triliun, dengan target pendapatan negara sebesar Rp 3.147,7 triliun. Defisit anggaran direncanakan sebesar Rp 638,8 triliun atau setara dengan 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang akan didukung oleh pembiayaan yang pruden, inovatif, dan berkelanjutan.

Prabowo berharap agar pemerintah terus melakukan efisiensi guna mengurangi defisit APBN sekecil mungkin. Ia juga menyatakan keinginannya untuk suatu saat memiliki APBN tanpa defisit sama sekali. Upaya menghilangkan kebocoran anggaran juga ditekankan dengan meminta dukungan dari seluruh kekuatan politik di Indonesia.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo akan fokus pada pengembangan pembiayaan kreatif dan inovatif agar pembangunan tidak hanya mengandalkan APBN semata. Presiden menegaskan bahwa APBN harus dirancang secara fleksibel untuk menghadapi guncangan global dan dijaga agar tetap sehat dan kredibel melalui optimalisasi pendapatan, peningkatan kualitas belanja, serta inovasi pembiayaan.

Selain itu, penerimaan perpajakan akan terus ditingkatkan dengan memperhatikan iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha. Insentif fiskal juga akan diberikan secara terarah untuk mendukung aktivitas ekonomi strategis. Pengelolaan sumber daya alam juga akan diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menghasilkan nilai tambah yang positif.

Source link