Wakil Presiden Partai Buruh, Said Saluhuddin, mengungkapkan rasa kekesalannya atas mobil komando saat demo buruh di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat. Beliau menyoroti gaji dan tunjangan anggota DPR yang dianggap terlalu berlimpah. Sebagai mantan staf anggota DPR, Said mengetahui dengan pasti besarnya gaji dan tunjangan yang diterima oleh anggota DPR. Dalam sambutannya kepada para buruh yang berdemo, Said menyebutkan rincian besaran uang yang diterima oleh anggota DPR untuk naik pesawat kelas bisnis atau menginap di luar kota. Dengan perbandingan tersebut, Said mengindikasikan bahwa seorang anggota dewan bisa menerima upah lebih dari Rp 300 juta setiap bulannya. Perbandingan nasib antara anggota DPR dan buruh yang sedang berjuang juga disinggung oleh Said, menunjukkan ketimpangan yang sangat besar antara keduanya. Said mempertanyakan sikap anggota DPR yang terlihat lebih fokus pada kegiatan hiburan daripada memperjuangkan hak-hak buruh yang lebih penting. Kesimpulannya, Said mengkritik praktik anggota DPR yang dianggap melalaikan tanggung jawab mereka sebagai pembela rakyat.
Tips Menghadapi Pengangguran: Cara Tetap Produktif saat PHK





