Analisis Kontroversial Penghapusan Bonus Komisaris BUMN

by -218 Views

Presiden RI Prabowo Subianto telah menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menghapus praktik pemberian bonus atau tantiem kepada komisaris BUMN. Saat berbicara di Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Prabowo menyebutkan bahwa banyak aset dan potensi BUMN yang belum dikelola dengan baik. Melalui pengumpulan aset di Danantara, Prabowo menekankan bahwa Indonesia kini memiliki kekuatan keuangan global yang signifikan yang bertotal US$10 miliar.

Namun, Prabowo juga menyuarakan keprihatinan terhadap pemberian tantiem atau bonus kepada komisaris BUMN yang sering dinilai tidak adil, terutama saat perusahaan mengalami kerugian. Dengan kebijakan penghapusan bonus bagi komisaris BUMN sebagai bagian dari upaya reformasi besar-besaran dalam tata kelola BUMN, Prabowo menegaskan pentingnya mengutamakan integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan negara.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya untuk memperbaiki internal BUMN, tetapi juga sebagai tantangan bagi generasi muda yang memiliki nilai integritas dan semangat profesionalisme untuk turut serta dalam pengembangan BUMN ke depan. Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil Prabowo dalam membenahi tata kelola BUMN dianggap sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih adil, transparan, dan efisien di Indonesia.

Source link