Penyebab Keracunan di Bandung Barat: SPPG Baru ‘Kepagian’

by -177 Views

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyoroti temuan awal terkait kesalahan teknis dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memasak makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Dadan, makanan terlalu awal dimasak oleh SPPG sehingga tersimpan terlalu lama sebelum didistribusikan. Hal ini diungkapkan saat ia meninjau Posko Penanganan kasus dugaan keracunan makanan Program MBG di Cipongkor, Bandung Barat. Dadan menekankan pentingnya pola memasak dan distribusi yang baik untuk menjaga kualitas makanan. Ia juga mengingatkan agar penanganan psikologis anak-anak penerima manfaat tidak terabaikan, karena mereka bisa mengalami trauma akibat gangguan pencernaan yang dialami.

Dalam upaya memperbaiki masalah tersebut, Dadan meminta agar SPPG memulai proses memasak di atas jam 01.30 agar waktu antara proses memasak dengan pengirimannya tidak lebih dari 4 jam. Selain itu, ia juga menginstruksikan SPPG baru untuk melayani dua sekolah terlebih dahulu sebelum naik ke sekolah lain agar bisa menguasai proses dengan baik. Kerjasama pihak terkait tengah dilakukan untuk menganalisis kasus di Banggai, Sulawesi Tengah dan Cipongkor, Bandung. Program MBG di SPPG Cipongkor telah dihentikan sementara hingga proses analisis dan perbaikan dilakukan.

Evaluasi tidak hanya dilakukan di Cipongkor, tetapi juga pada SPPG baru lainnya untuk mencegah kejadian serupa terulang. Dadan juga mengingatkan pentingnya kembali membangun kepercayaan anak-anak penerima manfaat yang mengalami trauma akibat keracunan. Upaya perbaikan pola memasak dan distribusi serta penanganan psikologis anak-anak diharapkan dapat meningkatkan kualitas Program MBG dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.

Source link