Yayasan Partisipasi Muda (YPM) bekerja sama dengan mahasiswa Program Studi Ilmu Sosiologi Universitas Mataram menggelar diskusi Academia Politica dengan tema “Wisata Toxic vs Wisata Berkelanjutan: Alam Rusak, Turis Pergi, Anak Muda Rugi?”. Dalam diskusi tersebut, mahasiswa diajak memahami hubungan antara politik, pariwisata, dan keberlanjutan lingkungan. Co-Founder dan Direktur Eksekutif YPM, Neildeva Despendya menekankan pentingnya kebaikan masyarakat dalam keputusan politik dan menyoroti dampak kebijakan politik yang merugikan lingkungan seperti pemberian izin tambang, deforestasi, dan subsidi energi fosil. Neildeva juga mengajak anak muda untuk aktif dalam mengkampanyekan isu lingkungan melalui media sosial dengan tagar #PartisipasiUntukBumi.
Peneliti lembaga riset SORCE, Raja Aditya Sahala membahas dampak perubahan iklim terhadap terumbu karang dan pariwisata. Ia menyoroti rusaknya terumbu karang di Indonesia, termasuk di pesisir Bangko-Bangko, Lombok Barat, akibat naiknya suhu laut dan deforestasi mangrove. Lalu Kesuma Jayadi dari Badan Pemuda Adat Nusantara NTB, menyoroti peran masyarakat adat Sasak dalam menjaga lingkungan dengan kearifan ekologis yang tinggi. Diskusi tersebut memberikan pemahaman yang dalam tentang pentingnya keberlangsungan lingkungan dan perlunya aksi bersama untuk melestarikan bumi untuk generasi yang akan datang.





