14 Siswa Dirawat, 7 Butuh Operasi: Urgensi Penanganan Medis

by -53 Views

Pada Sabtu, 8 November 2025, Jakarta digegerkan dengan peristiwa ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72. Kejadian ini bermula dari area masjid dan menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sebanyak 14 siswa masih menjalani perawatan inap di rumah sakit, dengan 7 di antaranya memerlukan tindakan operasi. Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua KPAI, menjelaskan bahwa beberapa korban awalnya ditangani di puskesmas namun akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena luka yang dialami cukup serius. Mayoritas korban adalah anak di bawah 18 tahun dengan beragam jenis luka, seperti cedera kaki, kerusakan kuku jari, keluhan telinga, dan kepala. Penanganan medis dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat keparahan cedera masing-masing korban. Jumlah korban ledakan masih dinamis, di mana kepolisian mencatat 33 siswa dirawat di rumah sakit, berbeda dengan data KPAI. Pengawasan dan perlindungan bagi korban yang masih di bawah umur sangat ditekankan oleh KPAI. Lebih lanjut, KPAI akan terus memantau dan mendampingi korban serta melakukan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pelaku peledakan di SMA 72 Jakarta diduga sebagai korban bullying, namun hal ini masih dalam penyelidikan oleh kepolisian.

Source link