Elektrifikasi menjadi suatu keharusan, bahkan bagi Lamborghini. Sant’Agata Bolognese harus mematuhi peraturan emisi yang semakin ketat, sehingga semua model yang dipasarkan kini menjadi hibrida. Meskipun begitu, tidak semua mobil Lamborghini memadukan mesin pembakaran dengan motor listrik. Mesin balap Lamborghini tetap mengikuti formula tradisional tanpa menggunakan tenaga listrik sebagai bantuan. Salah satu contohnya adalah Super Trofeo, sebuah versi baru yang tetap menggunakan mesin Internal Combustion Engine (ICE) murni.
Meskipun Lamborghini telah merencanakan untuk mengembangkan versi penggerak roda belakang dari penerus Huracan, untuk sementara ini konfigurasi tersebut masih eksklusif untuk penggunaan di trek. Mobil balap ini, yang dirancang untuk seri Super Trofeo Lamborghini, menggunakan mesin V-8 twin-turbo yang mampu menghasilkan 641 tenaga kuda. Tenaga ini kemudian dikirim ke roda belakang melalui gearbox berurutan enam percepatan.
Selain powertrain non-listrik dan transmisi baru, Temerario Super Trofeo menampilkan body kit yang jauh lebih agresif dengan sayap belakang yang besar. Di bagian interior, Lamborghini menyematkan roll cage terintegrasi dengan FIA dan dasbor yang dilapisi Dinamica Infinity, sebagai aplikasi pertama PES mono-komponen non-woven suede di dunia otomotif.
Fitur tambahan pada Temerario standar meliputi sistem kontrol traksi 12 titik yang dapat disesuaikan, knalpot Capristo, filter udara BMC, dan suspensi KW. Lamborghini telah mengisyaratkan kemungkinan adanya varian RWD yang lebih ringan dan dipreteli, yang juga akan dilengkapi dengan pelat nomor. CEO Lamborghini, Rouven Mohr, telah memberikan petunjuk mengenai hal ini.
Sementara itu, Lamborghini telah merencanakan untuk meluncurkan model versi produksi reguler dan belum mematok tanggal pasti untuk versi Super Trofeo. Proyek ini diyakini sebagai langkah strategis Lamborghini untuk mematuhi regulasi emisi yang semakin ketat namun tetap mempertahankan esensi dan keanggunan Lamborghini sebagai brand mobil super yang ikonik.





