DotHub Space Resmi di Bandung: Pameran Ngariung dengan 69 Kreator

by -27 Views

Bandung kini memiliki ruang kolaborasi kreatif baru dengan diluncurkannya dotHub Space, seiring dengan perayaan 15 tahun Dia.Lo.Gue Artspace. Peluncuran ini ditandai dengan pameran seni bertajuk “Ngariung” yang menampilkan karya 69 seniman dan desainer sebagai wujud komitmen dalam memperkuat ekosistem kreatif lokal.

“Ngariung” yang berarti “berkumpul” dipilih sebagai konsep kuratorial yang menekankan kejujuran dan ruang pertemuan bagi berbagai praktik seni. Kurator Mitha Budhyarto menjelaskan bahwa melalui “Ngariung”, tujuannya adalah menciptakan ruang pertemuan yang jujur tanpa tuntutan koherensi mutlak.

dotHub Space merupakan hasil kolaborasi antara Hermawan Tanzil (pendiri LeBoYe Design & Dia.Lo.Gue Artspace) dan Tan Tik Lam (pendiri Tan Tik Lam Architect). Hermawan menyatakan bahawa dotHub Space hadir untuk membuka dialog yang lebih luas dan menjadi jembatan untuk masyarakat mengapresiasi seni, desain, dan budaya secara lebih dekat.

Kehadiran dotHub Space di Bandung Timur diharapkan dapat mendorong pertumbuhan jejaring kreatif yang lebih inklusif, mengingat kegiatan seni dan desain biasanya lebih terpusat di Bandung Utara dan Tengah.

Pameran ini juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan. Adi Reza Nugroho dari MYCL menyatakan bahwa mereka memberikan ruang lebih luas bagi desainer dan seniman untuk bereksperimen dengan bahan berkelanjutan, sedangkan Rahmat Indrani dari Smiljan menambahkan bahwa mereka siap memberikan ruang yang lebih inklusif, adaptif, dan progresif untuk mendorong ekosistem kreatif.

Pameran “Ngariung” akan berlangsung dari 29 November 2025 hingga 28 Februari 2026 di dotHub Space, Bandung. Sebanyak 69 seniman dan desainer dari berbagai kota telah berpartisipasi dalam pameran ini, termasuk nama-nama terkenal seperti Andra Matin, F.X. Harsono, Goenawan Mohamad, Lala Bohang, dan Tromarama. Kehadiran dotHub Space dan pameran “Ngariung” ini diharapkan dapat menjadi momentum baru dalam memperkuat posisi Bandung sebagai pusat kreativitas yang inklusif dan transformatif.

Source link