Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, meminta aparat kepolisian untuk menyelidiki dengan cermat kebakaran yang terjadi di kantor Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat. Insiden tersebut mengakibatkan 22 korban jiwa. Ilyas menegaskan perlunya menyelidiki apakah ada kelalaian yang mempengaruhi tingginya jumlah korban. Apabila terbukti ada kelalaian, Ilyas menuntut agar pelaku diberikan sanksi yang tegas. Kejadian kebakaran terjadi pada Selasa, 9 Desember 2025, sekitar pukul 12.50 WIB. Api diyakini berasal dari ledakan baterai drone di lantai satu yang berfungsi sebagai area gudang. Sumber api berasal dari tumpukan baterai yang dengan cepat membesar karena material mudah terbakar di area tersebut. Ilyas juga meminta kepolisian untuk meninjau kembali gedung tersebut sesuai dengan persyaratan proteksi kebakaran yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. Evaluasi disarankan untuk memastikan apakah gedung-gedung perkantoran memenuhi standar proteksi kebakaran yang diperlukan. Menurut Ilyas, pada awal tahun 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat ada 694 gedung bertingkat yang belum memenuhi syarat proteksi kebakaran. Oleh karena itu, pendataan ulang diperlukan guna memastikan kesiapan gedung-gedung tersebut terhadap kebakaran. Ia juga menekankan pentingnya mencegah tragedi serupa agar tidak terulang di masa yang akan datang.
Usut Kebakaran Gedung Terra Drone agar Tak Terulang!





