Acha Septriasa, aktris ternama Indonesia, telah memasuki fase baru dalam karirnya setelah lebih dari dua dekade terlibat dalam industri film nasional. Ia baru saja meluncurkan Avarta Media, sebuah perusahaan media terintegrasi yang didirikan di Jakarta. Dalam pernyataan resminya, Acha mengungkapkan bahwa setelah 20 tahun dan berakting di lebih dari 55 film, ia memahami benar bagaimana cara menarik perhatian penonton Indonesia.
Avarta Media didirikan bersama pengusaha kembar Ardi dan Arya Setiadharma, yang sebelumnya sukses dengan Virtuelines Entertainment sebagai pendanaan film. Bersama-sama, mereka bekerja untuk mengembangkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki dampak sosial yang relevan. Dengan pendekatan modal ventura, perusahaan ini berupaya mengidentifikasi talenta baru, mengurangi risiko dengan diversifikasi proyek, dan membangun franchise berkelanjutan.
Kolaborasi Avarta Media dengan rumah produksi ternama seperti MAGMA Entertainment, Paragon Pictures, BION Studios, Wahana Kreator, dan Caravan Studio, memberikan akses yang luas pada talenta kreatif serta membagi risiko dalam proyek-proyek mendatang. Salah satu proyek yang tengah dipersiapkan adalah “9 Aku, Cinta Tanpa Syarat”, sebuah drama tentang perempuan dengan gangguan identitas disosiatif yang diharapkan dapat mengangkat isu kesehatan mental dan kekerasan dalam rumah tangga.
Dengan visi kreatif Acha dan pengalaman Virtuelines, Avarta Media siap untuk merilis film-film yang tak hanya sukses secara komersial, namun juga artistik. Dengan menyadari potensi besar pasar film Indonesia, mereka berharap dapat membantu industri film Indonesia mencapai prestasi lebih tinggi.
Acha Septriasa: Peran di Industri Film dan Slate Kreatif





