Para produsen mobil bisa sedikit lega setelah Komisi Eropa mengusulkan untuk menghapus larangan penjualan mobil baru dengan mesin pembakaran pada tahun 2035. Namun, perusahaan otomotif masih dihadapkan pada tuntutan untuk mengurangi emisi armada hingga 90% dibandingkan dengan tingkat emisi tahun 2021. Sebelum separuh dekade berikutnya, produsen harus memenuhi target emisi CO₂ yang semakin ketat, mulai berlaku tahun ini. Volkswagen, contohnya, telah mengingatkan bahwa mobil kecil bertenaga gas tidak memiliki masa depan di Eropa. CEO Volkswagen di Eropa, Thomas Schäfer, menyatakan bahwa mobil seperti Polo akan beralih ke listrik karena pengembangan mobil berbahan bakar internal baru akan sangat mahal dan berisiko membuat harga jualnya tidak kompetitif. Dengan demikian, mobil listrik di segmen ini menjadi pilihan yang lebih logis. Volkswagen juga merencanakan crossover listrik seukuran Polo, yang akan menggunakan platform MEB+ yang dikhususkan untuk kendaraan listrik. Meskipun Volkswagen tidak lagi menginvestasikan pada mobil kecil baru bertenaga gas, model-model yang sudah ada akan tetap dipertahankan bersamaan dengan mobil listrik dalam jajaran produknya. Data penjualan terbaru menunjukkan Volkswagen sebagai produsen mobil paling populer di Uni Eropa, dengan angka penjualan mobil listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Volkswagen menghadirkan model listrik yang lebih terjangkau untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi terhadap kendaraan listrik.
Volkswagen: Mengapa Mobil Bensin Kecil Perlu Diwaspadai




