Tragedi KM Putri Sakinah: Pelajaran Penting untuk Pariwisata Aman

by -61 Views

Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025, menimbulkan duka mendalam sekaligus perhatian serius bagi semua pihak. Insiden ini menewaskan beberapa anggota keluarga dari pelatih sepak bola tim putri Valencia CF, Fernando Martin Carreras, dan memicu evaluasi mendalam terhadap standar keselamatan pelayaran wisata di Labuan Bajo.

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) di bawah pimpinan Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, mengambil peran sentral dalam menangani tragedi ini. Setiap langkah dilakukan dengan orientasi pada kemanusiaan, empati terhadap korban, serta penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kapolda secara langsung meninjau operasi pencarian, memberi semangat kepada tim SAR gabungan, dan memastikan koordinasi lintas instansi berjalan efektif.

KM Putri Sakinah, kapal wisata berkapasitas 27 GT, membawa 11 orang termasuk ABK, pemandu wisata WNI, dan wisatawan, termasuk warga negara Spanyol dari keluarga Carreras. Kapal mati mesin 30 menit setelah berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar, akhirnya terbalik dan karam. Kapolda menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan menekankan pentingnya keselamatan dalam pelayaran wisata.

Polda NTT menurunkan kapal patroli, penyelam profesional, dan drone pasca-tragedi, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian dan penyelidikan. Dari 11 penumpang, 7 selamat, beberapa meninggal, dan 1 hilang. Bangkai kapal ditemukan pada 6 Januari 2026, membantu dalam penemuan korban selanjutnya. Polda NTT menegaskan kembali pentingnya menjaga standar keselamatan dalam pelayaran wisata untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Source link