Audi tengah bersiap menghadapi tahun 2026 yang sibuk dengan sejumlah peluncuran produk yang sudah dipersiapkan untuk sisa tahun ini. Para penggemar RS5 terbaru menantikan kehadirannya, sementara pecinta SUV menunggu Q7 generasi berikutnya dan Q9 yang akan diluncurkan untuk pertama kalinya. Di sisi lain jajaran produk Audi, pabrikan asal Ingolstadt ini juga merencanakan perubahan dengan menambah dan mengurangi model yang ada.
Audi kabarnya akan menghentikan produksi city car A1 dan crossover Q2 pada akhir tahun ini. Kedua model ini akan digantikan oleh pendatang baru yang benamanya akan menghidupkan kembali Audi A2 yang sebelumnya pernah eksis sekitar dua dekade lalu. Meskipun A2 generasi sebelumnya tidak sukses secara komersial karena harganya tinggi dan desain unik, Audi berharap penerus “spiritual” dari A2 ini akan mendapat respon yang lebih baik. Merek premium Jerman itu telah mengonfirmasi rencana untuk menyajikan mobil listrik kelas entry-level pada tahun 2026 dengan nama A2.
Berdasarkan pengamatan spyshot terbaru, desain A2 terbaru terinspirasi dari model yang sedang diuji coba. Mobil ini diperkirakan tidak akan se-polarisasi dengan A2 asli, dan juga tidak sepenuhnya mengadopsi gaya desain baru Audi. Mobil listrik kecil ini akan menggunakan lampu depan model split dan dilengkapi dengan gagang pintu yang digantikan oleh sirip kecil terintegrasi di bagian body mobil. A2 E-Tron diperkirakan akan berada di bawah Q4 E-Tron dan memiliki hubungan dekat dengan Volkswagen ID.3.
Sebagai tambahan yang menarik di segmen mobil listrik premium, A2 baru diprediksi akan menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menyukai keunikan. Meskipun kemungkinan A2 E-Tron tidak akan tersedia di Amerika Serikat karena ukurannya yang ringkas, peluang suksesnya di Eropa lebih terbuka mengingat minat yang kian meningkat terhadap mobil listrik. Pada tahun 2025, mobil listrik menyumbang sekitar 19,5 persen dari total penjualan kendaraan di 27 negara Uni Eropa, termasuk Inggris, Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.




