Ketua BEM UGM Teror setelah Kritik Kasus Bunuh Diri Anak di NTT: Respons Istana

by -96 Views

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa kritik yang disampaikan oleh mahasiswa merupakan hal yang sah, namun harus dilakukan dengan tanggung jawab, etika, dan adab yang baik. Hal ini merespons teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto setelah mengkritik kasus bunuh diri anak di Nusa Tenggara Timur. Prasetyo menekankan pentingnya kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi, namun juga menyarankan agar pendapat disampaikan secara konstruktif dengan memilih kata-kata yang tepat dan menghindari penggunaan kata-kata yang kurang pantas. Dia juga menegaskan bahwa etika dan adab harus dijaga oleh siapa pun yang menyampaikan pendapat, bukan hanya mahasiswa atau organisasi tertentu. Terkait dengan dugaan teror yang dialami Ketua BEM UGM, Polda Metro akan melakukan investigasi lebih lanjut. Penelusuran dilakukan setelah Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menerima ancaman melalui pesan WhatsApp, yang menyatakan dia sebagai agen asing yang mencari panggung. Polda Metro juga sedang mengusut kasus teror terhadap dokter kecantikan Oky Pratama terkait kiriman karangan bunga yang diduga mengandung fitnah dan pencemaran nama baik. Selengkapnya dapat diakses melalui sumber yang tertera.

Source link