Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki visi yang kuat dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Hal ini disampaikan saat Presiden hadir dalam rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) pascakonflik Gaza. Puan juga menambahkan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan mendukung kemerdekaan rakyat Palestina. Menurut Puan, kehadiran Presiden Prabowo di forum internasional di Amerika Serikat tidak akan mengubah sikap Indonesia terhadap konflik Palestina-Israel.
Pada kesempatan tersebut, Puan juga membahas pentingnya norma dan komitmen bersama dalam membangun kerjasama internasional. Ia menekankan bahwa dalam konteks saat ini, pembangunan harus diukur bukan hanya dari segi pertumbuhan angka, tetapi juga dari kualitas kehidupan manusia dan keadilan sosial. Puan menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat posisinya dalam tatanan global untuk menghadapi ketegangan hubungan internasional dan krisis kemanusiaan, termasuk di Gaza.
Dalam konteks yang sama, Puan menekankan bahwa diplomasi Indonesia harus berlandaskan pada prinsip kedaulatan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Hal ini sejalan dengan Piagam PBB dan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menekankan pentingnya melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial. Puan juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman senilai 38,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di acara di AS.





