Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menargetkan pengungsi yang masih tinggal di tenda segera dipindahkan ke huntara atau melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebelum Hari Raya Idulfitri. Hal ini disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat menteri terkait penanganan pengungsi pascabencana di Wilayah Sumatera, yang digelar di Jakarta. Tito menekankan pentingnya percepatan pembangunan huntara dan penyaluran DTH agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak. Dia juga mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak bencana, khususnya di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, terus mengalami penurunan. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagian besar pengungsi di Sumatera Barat sudah tidak lagi tinggal di tenda, namun di Aceh dan Sumatera Utara masih ada pengungsi yang tersebar di beberapa wilayah. Tito menegaskan bahwa keberadaan pengungsi yang masih tinggal di tenda hingga bulan ketiga pascabencana menjadi perhatian serius pemerintah, dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, koordinasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan hunian bagi para pengungsi. Rakor dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan, antara lain Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB, Managing Director Danantara, serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial.
Kasatgas Tito Berupaya Agar Pengungsi Bencana Sumatera Tinggal Lebih Layak





