Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menekankan bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam semua keputusan yang diambil, termasuk dalam perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Menurut Prabowo, setiap aspek dari perjanjian tersebut telah melalui evaluasi dan pertimbangan matang sebelum disetujui oleh pemerintah, terutama terkait penurunan tarif yang signifikan. Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia diberikan perlakuan khusus oleh Presiden AS, Donald Trump, namun tetap mempertahankan kebebasan untuk bernegosiasi jika perjanjian dianggap merugikan. Indonesia juga berhasil memperoleh kesepakatan khusus dalam ART yang tidak dimiliki oleh negara lain dalam perjanjian serupa dengan Amerika Serikat, seperti klausul penyesuaian jika ada hal yang tidak sesuai dengan kepentingan kedua belah pihak. Lebih lanjut, Prabowo merasa bahwa Indonesia memperoleh manfaat besar dari perjanjian tersebut, terutama dalam hal tarif nol persen untuk 1.819 komoditas strategis nasional. Meskipun ada spekulasi tentang kemungkinan Indonesia mengikuti langkah Malaysia dalam membatalkan perjanjian dagang dengan AS, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan tetap berperilaku rasional dan mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap keputusan.
Meneguhkan Kepentingan Nasional: Tak Boleh Disingkirkan





