Maudy Ayunda menghadapi tantangan baru dalam karier aktingnya lewat film Para Perasuk. Sebuah proyek yang sempat memunculkan rasa takut sekaligus rasa penasaran sejak awal. Film garapan sutradara Wregas Bhanuteja ini memaksa Maudy keluar dari zona nyaman. Respons awalnya saat mendengar konsep cerita dan karakter yang akan ia perankan adalah rasa gentar. Namun, di balik itu, terdapat ketertarikan kuat terhadap dunia yang dibangun dalam film tersebut.
Dalam film tersebut, Maudy berperan sebagai Laksmi, sosok pelamun dengan latar emosional yang rapuh namun memiliki dimensi lain yang tak biasa. Karakter ini digambarkan dapat dirasuki berbagai roh hewan, menuntut eksplorasi fisik dan ekspresi berbeda, termasuk gerakan tubuh dan tarian.
Peran tersebut membawa banyak pertanyaan bagi Maudy. Ia harus membayangkan bentuk dan energi dari setiap roh yang merasuki karakternya, sesuatu yang sebelumnya belum pernah ia lakukan. Ketidakpastian itu malah menjadi pemicu untuk menggali lebih dalam.
Para Perasuk mengangkat kisah tentang ambisi sekelompok anak muda yang ingin menjadi medium bagi roh. Mereka dihadapkan pada kekuatan tak kasat mata yang mengancam keseimbangan desa tempat mereka tinggal. Tema ini menawarkan perpaduan antara drama psikologis dan elemen supranatural yang kuat.
Selain Maudy, film ini juga dibintangi oleh Angga Yunanda, Anggun C. Sasmi, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Keberadaan para aktor ini memperkaya dinamika cerita yang dibangun dalam film.
Film Para Perasuk akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. Proyek ini diperkirakan menjadi salah satu film yang menarik perhatian karena pendekatan visual dan narasi yang berbeda dari film horor pada umumnya.
Bagi Maudy, pengalaman ini menjadi langkah penting dalam eksplorasi kariernya sebagai aktris. Rasa takut yang muncul di awal justru berubah menjadi dorongan untuk menantang diri dan menjelajahi kemungkinan baru dalam dunia akting.





