Pada Senin, 20 April 2026, Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengomentari kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggapnya sebagai hal yang biasa. Menurutnya, diperlukan pengawalan yang lebih ketat dalam program ini. Hashim mengungkapkan pandangannya saat berbicara di acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta pada Minggu malam, 19 April 2026. Dia mengharapkan dukungan dari pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) untuk mengawasi implementasi MBG di tingkat desa.
Hashim juga mengakui bahwa program MBG mendapat berbagai kritik dari masyarakat dan menyoroti pentingnya merespons aspirasi warga dengan baik. Program tersebut dianggap strategis dalam upaya meningkatkan kecerdasan generasi muda Indonesia. Sejak awal, program ini dirancang sebagai respons terhadap kondisi stunting yang dihadapi anak-anak Indonesia pada sekitar tahun 2006, berdasarkan keprihatinan Presiden Prabowo Subianto. Hashim menegaskan perlunya pengawalan untuk memastikan pelaksanaan program ini berjalan dengan baik dan mencegah penyelewengan serta menjaga mutu makanan yang disediakan.
Dalam konteks pengawasan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, juga menegaskan komitmen lembaganya untuk melakukan pengawasan menyeluruh terhadap program MBG. Hashim memberikan apresiasi terhadap inisiatif Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang diperkenalkan oleh Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel). Dia mengajak anggota Abpednas untuk menggunakan aplikasi ini sebagai sarana untuk memantau mutu makanan yang disediakan dalam program MBG. Semua upaya ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengoptimalkan program MBG demi kesejahteraan anak-anak Indonesia.





