Taylor Swift Berjuang Melawan AI dengan Paten Suara dan Foto
Di tengah serbuan Artificial Intelligence (AI), penyanyi Taylor Swift memutuskan untuk melawan dengan cara yang unik. Sebagai respons terhadap penyalahgunaan suara dan foto-fotonya oleh AI, Swift memutuskan untuk mematenkan hak cipta suara dan foto dirinya.
AI telah menciptakan kekhawatiran bagi Taylor Swift karena beberapa foto dan suaranya telah disalahgunakan. Bahkan, saat masa kampanye pemilihan presiden AS, tim sukses Donald Trump sempat membagikan gambar Swift yang dihasilkan oleh AI untuk menyiratkan dukungan Swift terhadap Trump. Selain itu, foto Swift yang dimanipulasi dengan konten negatif juga pernah beredar secara luas, merugikan reputasi Swift.
Paten Merek Dagang Taylor Swift
Dalam upaya melindungi karya dan identitasnya, Taylor Swift dibantu oleh seorang pengacara kekayaan intelektual untuk mendaftarkan merek dagangnya. Secara resmi, Swift mengajukan tiga permohonan paten merek dagang kepada Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat.
Permohonan paten tersebut mencakup dua suara icontic dari Taylor Swift, yaitu “Hey, it’s Taylor Swift” dan “Hey, it’s Taylor”, serta satu foto ikonik Swift dengan gitar merah mudanya. Pengacara Swift menjelaskan deskripsi foto tersebut secara rinci, mencakup detail penampilan Swift di atas panggung dengan gitar merah muda dan busana warna-warni berkilauan.
Meskipun langkah ini dapat memberikan perlindungan atas suara dan foto Taylor Swift, belum semua negara bagian di Amerika Serikat memiliki undang-undang yang mengatur hal ini. Namun secara hipotetis, Swift memiliki legalitas untuk melawan penggunaan suara dan potret dirinya yang disalahgunakan oleh AI.
Sumber: Times Indonesia





