Bangunan Huntap di Tiga Provinsi Terdampak Terus Berkembang
Jakarta, VIVA – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan kemajuan. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pembangunan huntap dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga kualitas bangunan agar aman dan layak dihuni dalam jangka panjang.
Jumlah Huntap Meningkat di Tiga Provinsi
Berdasarkan data Satgas PRR per 11 Mei 2026, total huntap yang telah selesai dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 357 unit. Jumlah tersebut meningkat dibanding data sebelumnya. Secara keseluruhan, kebutuhan huntap di tiga provinsi mencapai 39.335 unit dengan sebagian masih dalam tahap pembangunan. Aceh menjadi wilayah dengan kebutuhan terbesar, diikuti oleh Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Progres Pembangunan di Tiap Provinsi
Di Aceh, sebanyak 108 unit huntap telah selesai dibangun dan 719 unit masih berproses. Sementara di Sumatera Utara, terdapat 227 unit selesai dan 225 unit masih dalam pengerjaan. Adapun di Sumatera Barat, terdapat 22 unit huntap telah selesai dibangun dan 52 unit masih dalam proses pembangunan.
Pembangunan huntap tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah daerah, hingga organisasi kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi Indonesia dan Kadin Indonesia.
Proses Pembangunan Huntap yang Teliti dan Berkelanjutan
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menekankan bahwa pembangunan huntap membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan huntara. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan tetap terjaga. Para penyintas saat ini telah dipastikan mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak sambil menunggu proses pembangunan huntap selesai dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Amran menyatakan bahwa pembangunan huntap didorong untuk selesai secepat mungkin tanpa mengesampingkan kualitas dan proses yang harus tetap terjaga. Hal ini sebagai upaya memberikan bantuan yang sesuai dan layak bagi penyintas bencana di tiga provinsi terdampak. (LAN)





