Kontroversi Nilai Juri: SMAN 1 Pontianak Ditolak Ulang Cerdas Cermat

by -58 Views

SMAN 1 Pontianak Menolak Ikut Lomba Cerdas Cermat Ulang

Polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat memasuki babak baru setelah viralnya kontroversi pengurangan poin terhadap peserta SMAN 1 Pontianak. Kepala sekolah, Indang Maryati, secara resmi menyatakan bahwa pihak SMAN 1 Pontianak tidak akan mengikuti pelaksanaan lomba ulang yang disiapkan MPR RI.

Permintaan Klarifikasi Atas Mekanisme Penilaian

Pada surat pernyataan sikap resmi yang dikeluarkan, sekolah menyatakan bahwa keberatan yang mereka ajukan bertujuan untuk memperoleh klarifikasi atas mekanisme penilaian yang dianggap meragukan. Mereka menegaskan bahwa tujuan mereka bukan untuk membatalkan hasil perlombaan, melainkan untuk menjaga transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan lomba.

Dukungan Penuh Kepada SMAN 1 Sambas

SMAN 1 Pontianak juga menyatakan bahwa mereka menghormati keputusan akhir dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang telah ditetapkan sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional. Mereka menegaskan bahwa tidak akan terlibat dalam pelaksanaan final ulang yang diusulkan oleh MPR RI.

Permohonan Maaf dan Semangat Persatuan

Selain itu, SMAN 1 Pontianak juga meminta agar semua pihak menghentikan kegaduhan dan fokus pada semangat persatuan. Mereka menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai.

Kronologi Polemik Nilai Juri

Kontroversi dimulai saat final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar di Pontianak dan memanas saat sesi rebutan cepat berlangsung. Dewan juri menghadapi masalah penilaian yang memicu keberatan dari SMAN 1 Pontianak. Meskipun memutuskan untuk tidak ikut dalam lomba ulang, sekolah tetap memberikan dukungan kepada perwakilan Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Source link