JAKARTA – Drama Korea Scarecrow tengah menjadi perbincangan hangat karena meraih rating tinggi setiap pekannya. Drakor ini diadaptasi dari kisah nyata pembunuhan berantai Hwaseong yang terjadi di Korea Selatan.
Scarecrow: Drama yang Mengguncang Korea Selatan
Kasus Hwaseong merupakan kasus kriminal yang tragis dan menjadi sejarah kelam bagi Kepolisian Korea Selatan. Berbagai jenis produksi hiburan seperti drama dan film di Korea telah mengangkat kisah ini, termasuk dalam drama terbaru, Scarecrow.
Di tengah deretan drama Korea yang sering kali menampilkan sisi pelaku kejahatan, Scarecrow hadir dengan sudut pandang yang berbeda. Dalam 12 episode, penonton diajak untuk menjelajahi kejahatan dari sudut pandang pelaku utama.
Kisah Sebenarnya di Balik Drama Scarecrow
Pembunuhan berantai Hwaseong dimulai pada tahun 1986 dan baru terungkap sepenuhnya pada tahun 2006. Pelaku pembunuhan ini adalah Lee Chun Jae, seorang pekerja pendiam yang tidak mencurigakan.
Pelaku pertama kali melakukan rudapaksa pada seorang perempuan pada bulan Februari 1986. Lee Chun Jae melanjutkan kejahatannya, melakukan rudapaksa 7 kali pada tahun yang sama sebelum akhirnya membunuh korban pada aksi ke-8. Modus operandinya adalah dengan melilitkan benda pada leher korban.
Polisi Korea Selatan berupaya mengungkap kasus ini, namun sulit menemukan pelaku karena minimnya teknologi forensik pada masa itu. Baru pada tahun 1994, Lee Chun Jae terungkap setelah melakukan pembunuhan pada iparnya.
Penangkapan Pelaku dan Pengakuan
Setelah ditangkap, Lee Chun Jae mengakui seluruh aksinya termasuk pembunuhan dan rudapaksa. Dia dihukum 25 tahun penjara dan berhasil memanipulasi psikologisnya agar dianggap narapidana teladan.
Pada tahun 2019, melalui teknologi DNA terbaru, jejak pembunuhan kembali terungkap dan dikaitkan dengan Lee Chun Jae. Meskipun hukum tidak dapat lagi menuntutnya atas kasus tersebut, polisi melakukan investigasi ulang untuk memberikan keadilan kepada keluarga korban.
Lee Chun Jae akhirnya mengakui semua aksinya, termasuk pembunuhan seorang anak perempuan berusia delapan tahun. Saat ini, Lee menjalani hukuman seumur hidup atas kejahatan yang dilakukannya.





