Perang Tak Kunjung Usai: Peran Negara Adidaya

by -57 Views

Ketum Muhammadiyah: Upaya Perdamaian Global Kerap Tertahan Akibat Keterlibatan Negara-negara Berpengaruh

Pada era kontemporer ini, perang masih kerap menghantui berbagai belahan dunia. Sulitnya upaya untuk menghentikan perang memiliki akar masalah yang dalam, salah satunya adalah keterlibatan negara-negara besar yang memiliki pengaruh signifikan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menyatakan bahwa kondisi tersebut sering kali membuat usaha perdamaian global terhenti pada titik buntu.

Tantangan Besar dalam Perdamaian Global

Menurut Haedar, masyarakat di tingkat global sedang dihadapkan pada tantangan besar, yakni adanya konflik atau perang yang dijadikan sebagai salah satu pilihan oleh sejumlah negara adidaya. Hal ini merupakan cerminan dari kehilangan nilai kemanusiaan di tengah era modern yang semestinya berupaya meminimalisir potensi terjadinya konflik berskala besar.

“Bahkan menjadi lorong buntu kemodernan, karena setelah Perang Dunia I dan II mestinya kita tidak boleh lagi ada perang,” ungkap Haedar Nashir dalam pernyataannya di Yogyakarta.

Peran PBB dalam Mewujudkan Perdamaian Global

PBB, sebagai lembaga yang mewadahi persatuan bangsa-bangsa di dunia, seharusnya menjadi pelopor dalam menciptakan perdamaian tanpa harus melibatkan peperangan yang pada akhirnya hanya akan menimbulkan bencana global. Meskipun Haedar menyadari bahwa mewujudkan perdamaian merupakan tugas yang amat menantang, terlebih dengan kenyataan bahwa negara-negara besar dalam PBB memiliki hak veto dan dominasi yang kuat.

“Susah menghentikan (perang) karena pelakunya adalah yang punya dominasi di PBB, punya hak veto, dan menjadi negara adidaya,” ujarnya.

Haedar Nashir juga mengecam segala bentuk kekerasan, termasuk kasus penculikan jurnalis yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang menuju Gaza, Palestina. Muhammadiyah selalu menentang upaya intervensi dengan kekerasan atau politik kekerasan, karena hal tersebut hanya akan merugikan semua pihak yang terlibat.

Ia juga menekankan perlunya tindakan dari PBB terkait aksi Israel tersebut. “PBB harus bertindak kalau menurut saya,” tegas Haedar dalam pernyataannya.

Source link