KNKT Ungkap Fakta Terkait Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL
Pada Kamis, 21 Mei 2026, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap sejumlah fakta terkait tragedi tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, 27 April 2026 lalu. Rapat bersama Komisi V DPR RI menjadi wadah KNKT untuk membeberkan fakta-fakta awal yang menjadi sorotan.
Masinis Argo Bromo Anggrek Rem 1,3 Km Sebelum Tabrak KRL
Dalam paparannya, KNKT menyoroti berbagai aspek yang memperlihatkan kompleksitas kecelakaan tersebut. Salah satunya adalah fakta bahwa Masinis KA Argo Bromo Anggrek sudah mulai mengerem 1,3 kilometer sebelum akhirnya menabrak KRL Commuter Line. Pola pengereman yang dilakukan tersebut menjadi bagian dari rentetan kejadian tragis.
Fakta-fakta Temuan KNKT Terkait Kecelakaan
- KA Argo Bromo Anggrek Tiba Lebih Cepat 3 Menit: KNKT mengungkap bahwa kedatangan KA Argo Bromo Anggrek terlalu cepat, melampaui Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang telah ditetapkan.
- Sinyal Tetap Hijau Meski Ada Hambatan di Jalur: KNKT menemukan fakta bahwa sinyal keberangkatan yang menyala hijau tidak berubah meskipun sebelumnya terdapat hambatan di jalur.
Dengan demikian, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap penyebab utama dari kecelakaan tersebut. KNKT berkomitmen untuk melakukan pendalaman lebih lanjut guna memahami seluruh sisi permasalahan yang terjadi pada malam tragis di Stasiun Bekasi Timur tersebut.





