Cuaca Jakarta Hari Ini: Berawan Sebagian Besar Kota, Hanya Kepulauan Seribu yang Berpotensi Hujan Ringan
Jakarta, VIVA – Warga Jakarta pada Sabtu, 6 Juni 2026, dapat bernapas lega karena cuaca diprakirakan akan didominasi oleh awan sepanjang hari. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sebagian besar wilayah ibu kota diperkirakan akan berawan.
Cuaca Stabil di Hampir Seluruh Wilayah Jakarta
BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa kondisi cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi relatif stabil dengan tutupan awan mendominasi dari pagi hingga malam hari. Meskipun demikian, hujan ringan hanya diperkirakan akan terjadi di Kepulauan Seribu. Adapun wilayah lain seperti Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprediksi tetap berawan.
Jangan Anggap Enteng Cuaca Panas di Jakarta
Di tengah tidak adanya potensi hujan, warga Jakarta tetap diminta untuk mewaspadai cuaca panas pada siang hari. Suhu udara diperkirakan akan berkisar antara 26 hingga 34 derajat Celsius, dengan suhu tertinggi terjadi pada siang hingga sore hari ketika tutupan awan mulai berkurang dan sinar matahari lebih terasa terik. Kelembapan udara juga diprakirakan berada dalam rentang 46 hingga 89 persen, membuat udara terasa cukup lembap pada pagi maupun malam hari.
Cuaca Stabil di Jabodetabek
Tak hanya Jakarta, wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi juga diprediksi akan mengalami kondisi cuaca yang serupa. BMKG memperkirakan bahwa keadaan cuaca akan tetap berawan sepanjang hari, mendukung aktivitas luar ruangan masyarakat. Meski begitu, BMKG juga mengingatkan bahwa perubahan kondisi atmosfer bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga tetap dianjurkan untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca terbaru.
Di samping itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah lain di Indonesia. Hal ini sebagai antisipasi terhadap sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik Utara Papua yang dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di beberapa wilayah timur Indonesia.





