JAKARTA – Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” (RBMT) akan berlaga di China dalam kompetisi utama Shanghai International Film Festival/ SIFF 2026.
Prestasi yang Memukau
Film karya sutradara Ismail Basbeth ini berhasil masuk dalam tujuh kategori bergengsi, termasuk Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, dan Best Outstanding Artistic.
Nugroho Dewanto, selaku produser film RBMT dan CEO Matta Cinema Production, menyatakan kebanggaannya atas prestasi ini. Bagi mereka, film ini bukan hanya sekadar kebanggaan, tetapi juga sebuah kehormatan untuk menjadi perwakilan industri hiburan Tanah Air di kancah internasional.
Cerita Inspiratif
“Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” diadaptasi dari novel karya Wisnu Suryaning Adji. Cerita ini mempertontonkan kisah Encek, seorang keturunan Tionghoa yang harus menghadapi trauma psikologis dan politis akibat identitas etnisnya.
Dalam film ini, Ismail Basbeth mengajak penonton untuk merasakan realitas hidup warga keturunan Tionghoa di Indonesia, dengan segala konflik dan diskriminasi yang harus mereka hadapi.
“Kami ingin menyentuh dan mengajak penonton agar mampu memahami apa yang terjadi dalam hidup Encek, dalam sebuah cerita tentang trauma generasi yang berhasil diputus oleh seseorang yang berani mengubah nasib diri dan keluarganya,” ungkap Basbeth.
Dibintangi oleh Ferry Salim, Melissa Karim, dan Verdi Soleiman, film ini juga menandai debut bagi Jessy Davita, Nicholas Anderson, dan akademisi terkenal Rocky Gerung. Rencananya, film ini akan tayang di bioskop Tanah Air dalam waktu dekat.


