Pagelaran Busana Mahasiswa UC Surabaya: Skizofrenia dan Pemberdayaan UMKM

by -67 Views



Fresh Perspective dari Fashion Show Universitas Ciputra Surabaya

Selama ini, fashion show dianggap hanya sebagai ajang pemameran gaun yang cantik. Namun, Fashionology 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Fashion Product Design and Business, Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra (UC) Surabaya membuktikan bahwa fashion show dapat menjadi representasi isu-isu penting yang ada dalam masyarakat.

Koleksi “Interior” dan Makna Mendalam dalam Busana

Salah satu karya yang mencuri perhatian dalam acara tersebut adalah koleksi streetwear konseptual berjudul “Interior” karya Jocelin Clementine. Daripada hanya mengangkat isu kesehatan mental sebagai awarness saja, Jocelin menggunakan fashion sebagai medium ekspresi untuk menggambarkan kompleksitas psikologis penderita Skizofrenia Paranoid.

Jocelin menjelaskan bahwa tema skizofrenia paranoid dipilih karena penderita sering merasa diawasi, mendengar suara, atau melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Dengan koleksinya, Jocelin ingin menyampaikan cerita para penderita dengan cara yang tidak negatif atau memicu trauma, melainkan melalui seni fashion yang indah.

Koleksi tersebut terdiri dari bahan denim dan katun yang dirancang secara personal, gelap, namun indah. Detail-detail garmen yang digunakan, seperti siluet oversized, konstruksi asimetris, motif mata, aksen slashing, dan lilitan tali merah dan rantai menjadi simbol dari pengalaman para penderita Skizofrenia Paranoid.

Skena Hip Hop Lokal, Limbah Batik, dan Dampak Positif bagi UMKM

Selain koleksi “Interior”, karya Muhammad Atho’illah juga menarik perhatian dengan koleksi streetwear yang terinspirasi dari Budaya Skena Hip Hop Lokal. Atho’illah tidak hanya menjadikan fashion sebagai ekspresi gaya jalanan, tetapi juga sebagai sarana membangun jembatan budaya dan mendukung perekonomian kreatif di tingkat lokal.

Dengan menggunakan limbah kain batik sisa, Atho’illah bekerja sama dengan pengrajin batik lokal dan menciptakan pakaian streetwear yang menggabungkan teknik patchwork dan applique. Hasilnya adalah pakaian bertekstur unik yang tetap mengakar pada identitas budaya lokal.

Pada Fashionology 2026, 47 mahasiswa dari UC Surabaya menunjukkan bahwa desain dan produk fashion bukan hanya sebatas estetika, tetapi juga sebagai jawaban atas permasalahan masyarakat secara keseluruhan. Kreativitas dan inovasi dalam menciptakan pakaian tidak hanya menjadi simbol keindahan, tetapi juga solusi dari beberapa masalah yang ada dalam masyarakat.

Acara Fashionology 2026 bukan hanya ajang pemameran, tetapi juga sebagai pintu masuk para mahasiswa ke industri fashion. Dengan berbagai karya yang ditampilkan, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan desainer dan industri, bahkan beberapa di antaranya sudah mendapatkan pekerjaan dari hasil pameran tersebut.


Source link