Pentingnya Peran Pembantu Presiden dalam Membantu Kepemimpinan

by -146 Views

Gus Lilur Soroti Nama Djaka Budhi Utama dalam Kasus Bea Cukai

Pengusaha rokok, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, angkat bicara terkait nama Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, yang terseret dalam persidangan KPK untuk dugaan aliran suap miliaran rupiah. Gus Lilur menyoroti perlunya Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi terhadap lingkungan Direktorat Bea Cukai.

Panggilan untuk Evaluasi Lingkungan Direktorat Bea Cukai

Sebagai sosok yang paham betul tentang industri rokok, Gus Lilur menilai rekam jejak dan kepemimpinan Djaka Budhi Utama di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Baginya, pejabat selevel direktur jenderal seharusnya menjadi pembantu Presiden dalam menjaga pendapatan negara, mengatur tata kelola cukai, dan melindungi uang negara.

Kritik Tegas terhadap Kinerja Djaka Budhi Utama

Dalam pernyataannya, Gus Lilur menegaskan bahwa kritiknya tidak dilontarkan tanpa dasar. Ia merujuk pada fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Menurut Gus Lilur, tindakan yang heroik sejatinya mengungkapkan adanya masalah mendasar dalam pimpinan Bea Cukai. Gus Lilur menyatakan bahwa tindakan semacam itu hanyalah pertunjukan kosong.

Menanggapi hal ini, Gus Lilur mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Djaka Budhi Utama dari jabatannya sebagai Dirjen Bea Cukai. Ia menilai keterlibatan yang terungkap dalam persidangan KPK sudah serius dan tidak bisa diabaikan. Gus Lilur juga mengingatkan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya berjanji akan melakukan pencopotan apabila terbukti keterlibatan dalam kasus tersebut.

Gus Lilur menekankan bahwa Presiden membutuhkan pembantu yang memiliki keberanian, integritas, patriotisme, dan harga diri dalam membela kepentingan negara. Bukan pejabat yang hanya sibuk dengan tampilan di depan panggung, tetapi gagal menyentuh akar persoalan yang ada.

Source link