Dugaan Penyelewengan Anggaran Disparekraf DKI Jakarta – Aspirasi Publik

by -48 Views

GERTAK Desak Kejati DKI Jakarta Usut Dugaan Korupsi di Disparekraf

Sebuah gerakan yang dikenal dengan nama Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (GERTAK) telah menyerukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta untuk menyelidiki dugaan korupsi double anggaran atau Mark Up yang terjadi dalam acara Pemilihan Abang None 2024. Mereka juga mendesak Kejati untuk mengkaji kekayaan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, Andhika Permata.

Menurut Sekretaris Jenderal GERTAK, Ahmad Fauzi, ada kejanggalan yang terjadi dalam realisasi anggaran di Dinas Parekraf Provinsi DKI Jakarta terkait beberapa proyek event Pemilihan Abang dan None Jakarta.

Kejanggalan dalam Realisasi Anggaran

Dalam penjelasannya, Ahmad Fauzi menyebutkan bahwa terdapat berbagai proyek yang mendapat alokasi anggaran, di antaranya adalah Event Pemilihan Abang dan None Jakarta yang membutuhkan dana sekitar Rp 8.019.570.463. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk pembayaran Honorarium Narasumber, Moderator, dan Pembawa Acara.

Selain itu, terdapat beberapa proyek lainnya seperti Pemberdayaan Abang dan None Jakarta dan Pemilihan Abang dan None Jakarta yang juga memiliki alokasi anggaran yang cukup besar. Total anggaran yang terkumpul untuk proyek-proyek tersebut dinilai mencurigakan oleh GERTAK.

Tuntutan GERTAK

Selain meminta Kejati DKI Jakarta untuk mengusut korupsi double anggaran, GERTAK juga menuntut agar harta kekayaan milik Kadis Parekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, ditelusuri lebih lanjut. Mereka mendapati bahwa laporan harta kekayaan yang diserahkan oleh Andhika Permata tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Dari hasil penelusuran, terungkap bahwa kepemilikan Tanah dan Bangunan serta Alat transportasi dan mesin yang dilaporkan oleh Andhika Permata mengalami perbedaan dengan situasi sebenarnya. Hal ini menimbulkan kecurigaan terhadap kejujuran Andhika Permata terkait harta kekayaan yang dimilikinya.

Di samping itu, kepemilikan mobil atas nama istri Andhika Permata, serta rumah mewah di kawasan Kelapa Gading menjadi sorotan utama dari GERTAK. Mereka mendesak Kejati DKI Jakarta untuk segera mengusut kasus ini dan meminta Andhika Permata untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan korupsi yang terjadi.

GERTAK juga mengajak masyarakat Jakarta untuk turut serta dalam mengawasi dan mengawal kinerja lembaga pemerintah di DKI Jakarta guna mencegah adanya praktik korupsi di masa mendatang.

Source link