Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi: Perlakuan Berbeda Hasto.

by -69 Views

PDIP Gelar Teatrikal 30 Tahun Kudatuli, Hasto Singgung Bukti Kelam Orde Baru

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan peristiwa Kudatuli menjadi salah satu bukti penggunaan kekuasaan secara represif saat Orde Baru. Dia menilai tindakan itu sebagai bentuk kekejaman yang tak patut dilupakan.

Perlakuan Berbeda Terhadap Febrie Adriansyah

Hasto Kristiyanto menyoroti penahanan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, yang tidak menggunakan rompi tersangka. Menurutnya, semua orang memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, dan tidak seharusnya ada perlakuan berbeda kepada tersangka.

“Tidak boleh ada perlakuan yang berbeda hanya karena seorang pejabat di bidang hukum lalu mendapatkan suatu keistimewaan. Ini yang akan mempercepat ketidakpuasan itu,” tegas Hasto.

Pentingnya Keadilan dalam Penegakan Hukum

Hasto juga menegaskan pentingnya keadilan dalam penegakan hukum. Ia mencontohkan pengalamannya saat ditangkap KPK, dimana ia tetap mematuhi peraturan dengan mengenakan rompi oranye dan diborgol meskipun merasa itu bagian dari kriminalisasi.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus tegas tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pejabat yang terlibat dalam kasus hukum. Hal ini penting agar keadilan benar-benar ditegakkan.

Kudatuli: Pengingat Kekerasan Hukum di Masa Lalu

Lebih lanjut, Hasto menyebut peristiwa Kudatuli sebagai pengingat penting akan kekerasan hukum yang terjadi di masa lalu, dimana hukum cenderung memihak pada kelompok elit. Ia berharap agar pengalaman buruk tersebut tidak terulang dan bahwa sistem hukum harus benar-benar adil bagi seluruh warga negara.

Sumber: VIVA.co.id

Source link