Program Listrik Desa untuk Pemerataan Pembangunan
Pada Rabu, 29 Juli 2026, Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, memberikan apresiasi terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto yang diwujudkan melalui Kementerian ESDM dalam mempercepat program listrik desa. Langkah tersebut mencakup rencana peresmian lebih dari 1.400 desa berlistrik sebelum 14 Agustus 2026, yang merupakan langkah strategis untuk memperluas akses energi sambil memperkuat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
Akses Listrik Bukan Hanya Elektrifikasi
Menurut Dewi, pentingnya penyediaan akses listrik tidak hanya terbatas pada peningkatan rasio elektrifikasi. Akses listrik di desa juga merupakan instrumen krusial untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat layanan publik, serta membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah. Ketersediaan energi yang handal diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor UMKM, pertanian, perikanan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga ekonomi digital di desa.
Tantangan dan Dukungan
Dewi juga menyoroti masih adanya sekitar 11.000 desa yang belum menikmati akses listrik sebagai tantangan yang perlu diatasi secara bertahap. Perencanaan terintegrasi, dukungan pendanaan yang berkelanjutan, serta kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT PLN (Persero), dan seluruh pemangku kepentingan dianggap penting untuk menyelesaikan masalah ini. Selain itu, ekspansi elektrifikasi harus diimbangi dengan peningkatan keandalan sistem kelistrikan agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, Komisi XII DPR RI bersedia untuk terus mengawasi pelaksanaan Program Listrik Desa agar berjalan efektif, akuntabel, dan tepat sasaran. Diharapkan bahwa percepatan elektrifikasi desa dapat menjadi dasar dalam menciptakan ketahanan energi yang inklusif dan adil, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia dan mendukung visi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Menjaga Stabilitas Keuangan untuk Pertumbuhan Ekonomi
Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ke depannya. Berbagai langkah, termasuk penguatan likuiditas perbankan dan intervensi pasar uang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.





