DPRD Provinsi Jambi Studi Banding Pengelolaan Aset di DKI Jakarta
Jumat, 31 Juli 2026 – 17:19 WIB
Jakarta, VIVA – Pengelolaan aset daerah tidak lagi cukup berhenti pada pencatatan dan pengamanan administrasi. Di tengah tuntutan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan keterbatasan fiskal, aset pemerintah harus mampu menjadi instrumen yang produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pelayanan publik.
Studi Banding Komisi II DPRD Provinsi Jambi
Semangat itulah yang mendorong Komisi II DPRD Provinsi Jambi melakukan studi banding ke Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta, Jumat (31/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD mencari praktik terbaik dalam membangun tata kelola aset yang modern, transparan, dan berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi daerah.
Dalam pertemuan itu, BPAD DKI Jakarta memaparkan berbagai terobosan yang telah diterapkan, mulai dari digitalisasi pengelolaan aset, pengembangan Jakarta Asset Motivation and Creation (JAMC), pemanfaatan platform digital AJAKIN sebagai marketplace aset daerah, hingga integrasi data melalui sistem Jakarta Satu. Seluruh inovasi tersebut diarahkan agar aset pemerintah yang selama ini belum optimal dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Transformasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menilai transformasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan contoh nyata bahwa aset daerah dapat menjadi salah satu sumber kekuatan fiskal apabila dikelola secara profesional. Menurut Ivan, Provinsi Jambi memiliki potensi aset yang besar, baik berupa tanah, bangunan, maupun aset strategis lainnya. Namun potensi tersebut perlu didukung oleh sistem informasi yang terintegrasi, inventarisasi yang akurat, percepatan sertifikasi, serta pengawasan yang kuat agar benar-benar mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.
Rekomendasi Strategis
Dari hasil studi banding tersebut, Komisi II DPRD Provinsi Jambi menyusun sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya mempercepat inventarisasi dan sertifikasi aset daerah, membangun Jambi Asset Information System berbasis Geographic Information System (GIS), membentuk unit khusus optimalisasi aset, mengembangkan marketplace aset daerah, menerapkan skema creative financing, serta memperkuat fungsi pengawasan DPRD terhadap pemanfaatan aset dan pencapaian target PAD.





