Kisah Saudara yang Terlupakan: Mengapa Dia Dihapus dari Sejarah?

by -89 Views

Jurnalis Penulis Takdir – Episode 7: Saudara yang Dihapus dari Sejarah

Rahsa Saputra terbangun dalam ruangan tanpa jendela, waktu, atau benda lain kecuali lampu operasi. Cahaya putih menyoroti wajah pucatnya, bekas tusukan leher, dan mata dengan lingkaran merah berputar perlahan. Kabel neural menjulur dari kepalanya ke mesin di depannya.

Luna Vortan berdiri di hadapannya sambil memegang kotak Al-Bashirah. Enam teknisi memonitor dari jauh. Rahsa, yang merupakan subjek eksperimen terakhir, bukan lagi sekadar percobaan; dia adalah alasan semua uji coba dilakukan.

Rahsa Kembali: Kehilangan yang Dihapus oleh Sejarah

“Selamat datang kembali, Rahsa Saputra,” sapa Luna. Rahsa, sambil menatap tangannya dan kutipan kenangan yang berputar di pikirannya, bertanya mengenai waktu berlalu sejak hari laboratorium terbakar. Luna menjawab, mengungkap pengalaman Rahsa selama bertahun-tahun tidak sadar.

Mereka membahas perbedaan usia biologis dan tampilan Rahsa, yang telah dihapus dari semua catatan kecuali ingatan kilatan dalam pikirannya. Kesadaran Rahsa kembali saat Luna menyerahkan kotak Al-Bashirah, mengungkap kebenaran yang selama ini disembunyikan.

Suara kedua masuk, menggertak akan penyatuan dua kesadaran. Raka, saudara Rahsa, menerima permintaan untuk datang ke lokasi tersembunyi. Konflik internal mencapai puncak saat mereka berdua menghadapi kesempatan memilih jalan hidup mereka.

Rahsa-Raka: Sekeras Apapun, Sejarah Tak Bisa Dihapus

Dalam momen kritis, Luna terbungkus dalam masa lalu yang diinginkan terlupakan, sementara Raka dan Rahsa berhadapan dengan keputusan yang tak bisa diulang. Pertemuan mereka, di bawah pengawasan Sistem TI, menentukan apakah sejarah dan identitas sejati bisa diubah atau hanya dikenang.

Tanpa Luna, di tengah observatorium terbengkalai, Rahsa dan Raka menghadapi Viranox yang mengancam persatuan dan keberlangsungan sejarah mereka. Di saat keputusan harus diambil, pertanyaan tentang kebenaran, penghapusan, dan kasih sayang sejati muncul di benak mereka.

Dengan komunikasi antarkesadaran yang membawa penyesalan, dramatis, dan kebenaran yang tak terhindarkan, tiga puluh empat ribu dokumen bergantung pada keputusan Rahsa dan Raka. Persatuan atau penghapusan, identitas atau kehancuran, semua tergantung pada pilihan terakhir yang mereka buat.

Dengan berakhirnya hitungan mundur dan masa depan yang belum pasti, Rahsa dan Raka dihadapkan dengan kesempatan terakhir untuk mengubah takdir mereka, menemukan kebenaran sejati, dan menyatukan pecahan masa lalu yang terhapus dari sejarah.

Source link