Paseban Foundation Menjadikan Regenerasi Sebagai Pilar Utama Konservasi

by -142 Views

Proses pemulihan Bentang Alam Megamendung merupakan perjalanan jangka panjang yang melibatkan banyak generasi. Diperlukan waktu yang tak singkat untuk mengembalikan ekosistem ke kondisi aslinya. Setiap generasi hanya bisa berkontribusi pada sebagian kecil dari proses ini, dan estafet konservasi harus diteruskan dari satu kelompok ke kelompok berikutnya.

Andy Utama, pendiri Paseban Foundation, memahami pentingnya kesinambungan dalam kepemimpinan dan pelaksanaan program konservasi. Saat menghadiri Annual Dinner Paseban Foundation 2026, Andy menekankan bahwa regenerasi dalam dunia konservasi sangat vital karena siklus kepengurusan dan kader yang terlibat pasti akan berubah dari masa ke masa. Ia menyadari bahwa setiap pegiat konservasi adalah bagian dari rangkaian panjang yang membutuhkan penerus agar misinya tak terputus.

Konservasi alam, utamanya di Megamendung, dibangun dengan perspektif lintas-zaman. Untuk itu, Paseban Foundation meluncurkan Megamendung Century Initiative guna memastikan pemulihan ekosistem berjalan sesuai prinsip jangka panjang. Inisiatif ini bertujuan mengembalikan kualitas ekosistem Megamendung semirip mungkin dengan keadaan 100-200 tahun lalu. Ini artinya pemulihan tidak sekadar menjadi proyek seumur hidup satu generasi saja, tetapi sebuah misi lintas generasi yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh transfer ilmu dan kepemimpinan dari pendahulu.

Peran regenerasi semakin tampak dalam keikutsertaan Fifi, putri Andy, pada berbagai kegiatan foundation. Ini menjadi contoh awal proses pengenalan dan penyerahan tanggung jawab pada generasi pelanjut. Namun, Andy menegaskan bahwa regenerasi harus terjadi dalam konteks yang lebih luas, bukan sekadar urusan keluarga atau pergantian kepemimpinan formal semata. Proses ini perlu menyangkut alih keterampilan, transfer pengalaman, manajemen pengetahuan, serta jejaring kerja. Pengetahuan lapangan, dinamika sosial-ekonomi, dan pengambilan keputusan menjadi bagian penting yang harus diwariskan.

Pada momen yang sama, Indra Exploitasia dari Kementerian Kehutanan juga menyoroti perlunya memberi kesempatan belajar kepada generasi muda. Ia mengatakan bahwa keikutsertaan anak-anak muda dalam kegiatan konservasi harus digalakkan agar keberlanjutan program tidak terputus saat generasi senior pensiun. Regenerasi dinilai sebagai syarat utama keberhasilan pelestarian lingkungan, sehingga kaderisasi perlu terjadi secara alami dan bertahap lewat pengalaman langsung di lapangan.

Paseban Foundation sendiri mencoba mengintegrasikan aksi nyata dengan pendidikan, penelitian, dan diseminasi informasi kepada publik. Mereka tidak hanya berkutat pada kegiatan restorasi, tetapi juga menerbitkan karya tulis dan dokumentasi. Dalam peringatan ulang tahun kedua, yayasan ini meluncurkan buku “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” dan “Kepemimpinan Bentang Alam”, serta memutarkan film dokumenter “The Silent Resilience” yang merekam tantangan merawat Megamendung sebagai kawasan Cagar Biosfer Cibodas.

Melalui karya tulis dan film, mereka ingin membawa kisah dan pengetahuan konservasi keluar dari koridor internal agar dapat menginspirasi lebih banyak pihak. Pengetahuan yang berhasil dihimpun tidak hanya didokumentasikan dalam penelitian, tetapi juga disalurkan lewat pengalaman para pelaku lapangan yang menjadi narasumber utama bagi generasi selanjutnya. Selain aspek pengetahuan, kesinambungan konservasi juga sangat tergantung pada pola pembiayaan yang berkelanjutan.

Andy menyadari bahwa pelibatan masyarakat sangat penting, tak hanya sebagai penerima manfaat tetapi juga sebagai motor utama dalam menjaga keberlanjutan kerja alam. Untuk itu, pengembangan unit ekonomi, misalnya dalam agrikultur organik yang telah mendapatkan sertifikasi berkelanjutan selama 13 tahun, menjadi penopang penting. Hal ini membuktikan bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya terletak pada transisi kepemimpinan, tetapi juga pada kemampuan organisasi membangun sistem penghidupan yang ramah lingkungan dan bermitra dengan masyarakat setempat tanpa mengganggu fungsi ekologis kawasan.

Pentingnya kolaborasi dan penggunaan teknologi untuk menyebarluaskan informasi juga menjadi bahasan utama. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa data hasil kegiatan di Megamendung harus bisa diakses masyarakat luas. Penggunaan teknologi digital dapat membangun percakapan publik yang lebih luas, meskipun tetap perlu memastikan teknologi yang digunakan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Kehadiran beragam aktor pada ajang Annual Dinner menunjukkan banyak pihak yang ingin terlibat dalam pengelolaan Megamendung. Meski demikian, Andy menilai bahwa keberlanjutan kolaborasi lebih tergantung pada pembagian peran yang jelas dan komitmen jangka panjang, bukan sekadar kehadiran seremonial.

Andy menekankan bahwa Paseban Foundation bukanlah lembaga yang ingin memonopoli kerja konservasi, namun justru menjadi ruang bertemunya berbagai pihak dan memastikan regenerasi berjalan secara sehat agar cita-cita Megamendung Century Initiative tetap lestari. Harapannya, hasil nyata dari inisiatif tersebut dapat dirasakan oleh generasi masa depan, yang mungkin tidak pernah mengenal langsung siapa para perintisnya. Pada akhirnya, warisan utama yang sedang dibentuk bukan cuma bentang alam yang pulih, tetapi juga sistem pengetahuan, kelembagaan, dan kepemimpinan lintas generasi yang terus menjaga kelestarian Megamendung.

Sumber: Paseban Foundation Siapkan Regenerasi Konservasi Megamendung Lintas Generasi
Sumber: Paseban Foundation Siapkan Konservasi Megamendung Lintas Generasi