Lodewyk Pusung Ungkap Rahasia Pembangunan 82 Dapur Program Makan Bergizi Gratis
Pada sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, membeberkan fakta menarik terkait pembangunan 82 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahap awal. Menurutnya, proyek ini memanfaatkan ‘anggaran hamba Allah’ yang dialokasikan pada saat itu.
Anggaran Terbatas Memengaruhi Jumlah Dapur yang Dibangun
Sebenarnya, rencana awal pembangunan satu unit dapur untuk setiap Komando Distrik Militer (Kodim). Namun, karena keterbatasan anggaran yang tersedia, jumlah dapur harus disesuaikan. Sebanyak 82 dapur MBG akhirnya dibangun di atas lahan negara yang dikelola TNI. Total anggaran yang digunakan mencapai Rp110,8 miliar.
Dari 82 dapur yang dibangun, sebanyak 50 unit berlokasi di wilayah Jawa, sementara 32 dapur lainnya tersebar di luar Jawa, dengan satu dapur dibangun di setiap provinsi. Lodewyk menjelaskan bahwa proyek ini dilaksanakan berdasarkan anggaran yang diberikan oleh Prabowo Subianto, yang kemudian diubah menjadi ‘anggaran hamba Allah’.
Gugatan dan Kontroversi dalam Kasus Ini
Mengenai program MBG ini, Lodewyk mengajukan gugatan terkait tindakan paksa Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi yang dinilai tidak sah secara hukum. Kuasa hukumnya, OC Kaligis, menyatakan bahwa tindakan penegakan hukum terhadap kliennya dilakukan tanpa bukti yang cukup dan pemeriksaan klarifikasi yang memadai.
Selain itu, kejanggalan terjadi ketika Lodewyk mengaku telah dihubungi oleh Sekretaris Kabinet Teddy pada tanggal 2 Juni 2026. Percakapan tersebut mencakup ucapan terima kasih dari Presiden Prabowo Subianto, yang menambah kompleksitas dalam kontroversi kasus ini.





