Polri menyiapkan enam posko Disaster Victim Identification (DVI) di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mendukung identifikasi korban insiden KM Virgo Transport 8. Pada saat yang sama, tim SAR gabungan masih mencari 130 orang yang belum ditemukan setelah kapal tersebut hilang kontak di perairan Laut Jawa.
KM Virgo Transport 8 diketahui sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin ketika kehilangan kontak. Berdasarkan manifest, kapal itu mengangkut total 243 penumpang dan awak kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menyatakan angka korban yang masih dicari tercatat hingga Minggu, 13 September 2026, siang.
“Sampai dengan pukul 14.56 WITA, dalam pencarian 130 orang,” kata Putu dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu.
Posko identifikasi dibuka di enam lokasi
Enam posko DVI tersebut terdiri atas posko antemortem dan postmortem. Di Jawa Timur, posko antemortem dibuka di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, serta Pelabuhan Sumenep. Adapun pelayanan postmortem dipusatkan di RS Bhayangkara Surabaya.
Di Kalimantan Selatan, dua posko postmortem ditempatkan di RS Bhayangkara Banjarmasin dan RSUD Ulin Banjarmasin. Biddokkes Polda Kalimantan Selatan juga menyiapkan satu posko antemortem di Pelabuhan Trisakti.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan dukungan kepolisian tidak terbatas pada operasi pencarian dan evakuasi. Polri juga menyediakan layanan kesehatan, posko pelayanan, serta jalur komunikasi bagi keluarga korban.
“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” ujar Trunoyudo, Minggu, 13 September 2026.
Tiga kapal polisi memperkuat operasi SAR
Untuk membantu pencarian di lokasi kejadian, Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan tiga kapal polisi. Ketiganya telah menjalani persiapan dan pengisian ulang perbekalan sebelum diberangkatkan menuju area operasi.
KP Laksmana-7012, yang berada dalam posisi bawah kendali operasi atau BKO Kalimantan Selatan, berjarak sekitar 80 mil laut dari lokasi. Kapal tersebut diperkirakan membutuhkan waktu tempuh tujuh jam.
KP Ibis-6001 dalam posisi BKO Kalimantan Tengah berada sekitar 103 mil laut dari lokasi dengan estimasi perjalanan sembilan jam. Sementara itu, KP Manyar-5003 yang berada dalam posisi BKO Surabaya harus menempuh jarak sekitar 200 mil laut, dengan perkiraan waktu perjalanan 24 jam.
Selain mengerahkan kapal polisi, operasi pencarian juga diperkuat dengan helikopter. Seluruh unsur tersebut mendukung tim SAR gabungan yang masih berupaya menemukan para penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 yang belum teridentifikasi keberadaannya.





