Partai Golkar mulai menyusun strategi pemenangan untuk Pemilu 2029 melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu yang digelar di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta. Forum ini berlangsung setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di berbagai daerah rampung sesuai arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Rakornis tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Jawa–Kalimantan, Wihaji. Ia menyebut forum itu sebagai tahap awal untuk memperkuat persiapan partai menuju pemilu sekaligus merapikan konsolidasi organisasi.
“Rakornis menjadi langkah awal Partai Golkar dalam menyusun dan memperkuat strategi pemenangan menuju Pemilu Tahun 2029 sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi,” kata Wihaji di Yogyakarta, sebagaimana dikutip Minggu, 27 September 2026.
Libatkan unsur pusat, fraksi, dan daerah
Sebanyak 87 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 29 unsur Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, satu unsur Kepala BSNPG Pusat, serta 57 unsur DPD Partai Golkar Provinsi.
Menurut Wihaji, Rakornis dimanfaatkan untuk menyosialisasikan arah kebijakan dan rencana strategis Partai Golkar. Pertemuan itu juga menjadi ruang untuk menghimpun masukan dari daerah, mengingat setiap wilayah memiliki tantangan dan peluang yang berbeda.
Masukan tersebut akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan materi, kebijakan, dan strategi pemenangan Partai Golkar menghadapi Pemilu 2029. Dengan cara itu, persiapan partai diharapkan dapat disusun berdasarkan kondisi tiap wilayah, bukan hanya melalui kebijakan yang bersifat umum.
Konsolidasi ditargetkan rampung akhir 2026
Dalam arahannya, Wihaji menekankan bahwa konsolidasi harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Proses tersebut diarahkan untuk menjangkau struktur partai hingga tingkat desa atau kelurahan, RW, dan RT.
Partai Golkar menargetkan seluruh proses konsolidasi itu selesai paling lambat 31 Desember 2026. Target tersebut mencakup penguatan koordinasi antara berbagai unsur partai, mulai dari pengurus pusat dan daerah hingga anggota legislatif serta kepala daerah dan wakil kepala daerah.
“Rakornis sekaligus menegaskan bahwa persiapan Pemilu dilakukan secara terencana, terukur, berbasis wilayah, dan melibatkan seluruh unsur Partai Golkar, mulai dari struktur partai, anggota legislatif, hingga kader yang berada di Pemerintahan Daerah,” ujar Wihaji.
Melalui konsolidasi yang dimulai lebih awal, Partai Golkar menargetkan terbentuknya koordinasi yang lebih solid antara DPP, DPD, anggota fraksi, kepala daerah atau wakil kepala daerah, serta struktur partai di tingkat desa dan kelurahan. Penguatan jaringan tersebut diposisikan sebagai bagian dari persiapan menghadapi seluruh tahapan Pemilu 2029 dan agenda politik Partai Golkar.





