Nissan saat ini sedang mengalami situasi yang sangat sulit, dan CEO baru telah mengambil langkah-langkah drastis untuk mengatasi masalah perusahaan. Beberapa pabrik Nissan, termasuk pabrik Oppama di Jepang, akan ditutup dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, pabrik Civac yang telah beroperasi selama hampir 60 tahun juga akan ditutup pada Maret 2027.
Keputusan ini juga melibatkan pembubaran kemitraan antara Nissan dan Mercedes-Benz setelah produksi dua crossover Infiniti, yaitu QX50 dan QX55, selesai. Perusahaan juga berencana untuk mengurangi kapasitas produksi serta jumlah tenaga kerja hingga 20.000 orang.
CEO baru Nissan memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan, dan perusahaan sedang menjalankan rencana pemulihan “Re:Nissan” yang melibatkan PHK sekitar 20.000 karyawan dan peningkatan penggunaan pabrik yang tersisa. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi biaya teknis dan memperbaiki situasi keuangan yang sedang sulit.
Meskipun rencana ini bisa membantu Nissan menghemat sejumlah besar uang, perusahaan masih tengah berjuang setelah kerugian bersih besar tahun lalu. Dengan langkah-langkah drastis ini, diharapkan Nissan dapat kembali ke jalur yang menguntungkan dan stabil dalam beberapa tahun ke depan.




