Pada hari Rabu, 13 Agustus 2025, sejarah baru telah tercatat dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI) ketika Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 3 Panglima pasukan elite yang kini berpangkat jenderal bintang tiga. Langkah ini bukan hanya pergantian kepemimpinan biasa, tetapi juga bagian dari restrukturisasi organisasi TNI sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025. Upacara kehormatan militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus TNI AD, Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu 10 Agustus 2025, menjadi saksi dari pengukuhan jabatan baru ini. Seiring dengan pelantikan panglima baru, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) juga kembali aktif di bawah pimpinan Marsekal Madya TNI Andyawan Martono. Tugas Kohanudnas adalah melindungi ruang udara nasional secara menyeluruh, baik secara independen maupun bekerja sama dengan Komando Utama Operasi TNI lainnya. Perubahan nama Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) menjadi Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaerat) juga terjadi di TNI AL. Keseluruhan restrukturisasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur komando dan kesiagaan militer di semua matra. Berikut profil lengkap dari para Panglima pasukan elite yang memegang peran penting di tubuh TNI. TNI AD diwakili oleh Letjen TNI Djon Afriandi sebagai Panglima Kopassus, TNI AL diwakili oleh Letjen TNI (Mar) Endi Supardi sebagai Panglima Korps Marinir, dan TNI AU diwakili oleh Marsdya TNI Deny Muis sebagai Panglima Korps Kopasgat.





