Peran Penting Generasi Muda dalam Keberagaman & HAM

by -193 Views

Generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam keberagaman dan Hak Asasi Manusia (HAM) menurut International NGO Forum on Indonesian Development (INFID). Survei INFID pada tahun 2021 menunjukkan bahwa 42,5 persen orang muda masih memegang pandangan intoleran terhadap keyakinan lainnya, terutama terhadap minoritas. Dalam acara Puncak Festival HAM 2025 di Jakarta, INFID menyampaikan bahwa perilaku diskriminatif dan krisis iklim memperburuk konflik sosial, meluaskan ketimpangan, dan meningkatkan kerentanan kelompok marginal.

Data dari SETARA Institute juga mengungkap adanya 217 kasus pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) pada tahun 2023. Oleh karena itu, INFID bersama koalisi masyarakat sipil mengadakan Festival HAM 2025 untuk menyuarakan pentingnya keberagaman sebagai kekuatan utama Indonesia yang saat ini diuji.

Dalam festival tersebut, generasi muda didorong untuk memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan persatuan melalui dialog, kolaborasi, dan aksi nyata. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan keadilan di berbagai aspek, memperkuat partisipasi generasi muda, dan mentransformasi aspirasi menjadi kebijakan. Puncak Festival HAM 2025 berfokus pada penyusunan dan penyampaian rekomendasi kebijakan kepada perwakilan parlemen sebagai upaya untuk mengatasi tantangan sosial, politik, dan lingkungan yang dihadapi oleh Indonesia saat ini.

INFID juga menekankan pentingnya pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat, pencabutan peraturan diskriminatif, reformasi sistem pendidikan, jaminan sosial bagi pekerja informal, lapangan kerja formal yang adil, serta perlindungan data pribadi dan ekosistem digital yang aman dan inklusif sesuai dengan tuntutan generasi muda Indonesia. Festival HAM tersebut menjadi panggung perlawanan kreatif terhadap ancaman kemunduran demokrasi, eksklusivisme yang meningkat, dan tantangan pemenuhan HAM di Indonesia.

Source link