Guru PAUD Pelatihan Koding dan AI oleh Kemendikdasmen

by -141 Views

Puluhan calon pelatih pendidikan anak usia dini (PAUD) dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul di Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti program ‘Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD’ yang diselenggarakan pada Senin 27 hingga Jumat 31 Oktober 2025. Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF), Suparto, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk mendorong Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di tingkat dasar. Pembelajaran koding dan AI tidak hanya sekadar tren, tetapi merupakan kebutuhan esensial dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan, dengan guru PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan fondasi berpikir komputasional sejak dini.

Pelatihan ini melibatkan delapan guru PAUD dari Kabupaten Kudus dan Sumbawa Barat, daerah-daerah yang telah menerapkan konsep berpikir komputasional dalam pembelajaran anak usia dini. Suparto juga menyampaikan bahwa panduan dan materi pelatihan didukung oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM) serta Tim Bebras Indonesia. Sejak tahun 2023, lebih dari 700 guru dan kepala sekolah dari berbagai satuan PAUD di Kudus dan Sumbawa Barat telah mengintegrasikan metode ini dalam pembelajaran sehari-hari, berkat dukungan dari Djarum Foundation dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN).

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam inisiatif tersebut. Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio, menjelaskan bahwa berpikir komputasional merupakan cara berpikir terstruktur yang dapat diterapkan dalam aktivitas sederhana anak-anak. Vice President Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Priyo Pramono, melihat berpikir komputasional sebagai fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Potensi generasi muda yang siap bersaing akan semakin besar dengan penanaman konsep tersebut sejak dini.

Source link