Pameran “Menuju Pameran Revolusi 2027” resmi diluncurkan di Museum Kesejarahan Jakarta oleh Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan sebagai hasil dari rangkaian diskusi bersama 18 museum dan tim kurator pada bulan Oktober-November 2025. Bonnie Triyana, yang juga berperan sebagai kurator bersama Amir Sidharta, ingin mengangkat narasi baru mengenai periode revolusi. Menurutnya, cerita revolusi tidak hanya tentang konflik bersenjata, tetapi juga tentang kisah-kisah inspiratif tentang manusia di balik layar dan keberanian dalam menghadapi ketidakpastian.
Peran seni dalam merekam sejarah juga menjadi fokus perhatian dalam pameran ini. Seniman Indonesia telah menciptakan karya-karya yang memberikan sudut pandang baru tentang masa revolusi kemerdekaan. Melalui lukisan-lukisan seperti “Pengantin Revolusi”, dipaparkan bahwa meskipun dalam situasi negara yang belum stabil, rakyat tetap berjuang dan terus hidup dengan tegar. Pameran ini diharapkan akan mempersiapkan terhadap “Pameran Revolusi” utama yang direncanakan pada tahun 2027 agar memiliki dampak yang besar, terutama bagi generasi muda. Pameran tersebut akan menjadi bagian dari peringatan HUT Ke-500 DKI Jakarta, mengikuti kesuksesan pameran pertama di Rijksmuseum, Amsterdam pada tahun 2022.
Pameran awal ini menampilkan empat panel berdasarkan hasil diskusi, yaitu Revolusi, Lini Masa 500 Tahun DKI Jakarta, Elaborasi Hasil Diskusi, dan Video Objek Pameran Revolusi 2022. Pengunjung juga dapat menyaksikan video dari beberapa karya ikonik pameran 2022 seperti “Lukisan Pembersihan Desa” karya Soerono Hendronoto, “Lukisan Pengantin Revolusi” karya Hendra Gunawan, serta “Sketsa-sketsa Perundingan Linggarjati” karya Henk Ngantung. Semua ini membentuk pameran yang mendalam dan bermakna bagi sejarah dan budaya Indonesia.





