NU Fondasi Republik: Sejarah dan Peranannya

by -49 Views

Gus Lilur Ungkap Dinamika Internal NU Jelang Muktamar ke-35

Pada Jumat, 1 Mei 2026, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, atau yang akrab disapa Gus Lilur, membeberkan bahwa dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) semakin menghangat menjelang Muktamar ke-35 yang akan diadakan pada Agustus 2026 mendatang.

Politisasi Paslon Pimpinan NU

Gus Lilur menyoroti adanya manuver-manuver politik yang mulai terjadi, baik dalam bentuk pencalonan diri maupun pengusungan figur tertentu. Yang menarik, pola kontestasi kali ini semakin terang dalam format berpasangan, yaitu antara calon Ketua Umum dan calon Rais Aam, sehingga disebut sebagai ‘paslon’.

Ia menjelaskan normatifnya, Rais Aam dipilih melalui mekanisme AHWA. Namun, komposisi AHWA dalam realitas politik internal NU tidak sepenuhnya steril. Gus Lilur memantau dekat pergerakan para aktor utama dalam Muktamar ke-35 ini. Dari situ, dinamika internal NU saat ini dapat terbaca dengan jelas.

Pergerakan Calon Pimpinan NU

Gus Lilur juga merinci beberapa pergerakan calon pimpinan NU, di antaranya calon Ketua Umum petahana Yahya Cholil Staquf yang tengah mencari pasangan untuk posisi Rais Aam. Sedangkan Rais Aam petahana, Miftachul Akhyar, bersama Sekretaris Jenderal petahana, Saifullah Yusuf, juga sedang mencari figur yang akan diusung sebagai calon Ketua Umum.

Selain itu, ada figur yang didukung oleh Menteri Agama, Nazaruddin Umar, dan juga figur yang disokong oleh jaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan IKA PMII. Terdapat pula poros yang didukung oleh jejaring PWNU Jawa Timur dan calon alternatif dari NU Jawa Timur.

Dari gambaran tersebut, terlihat adanya kontestasi antara sejumlah nama tokoh NU yang menjadi perbincangan hangat dalam NU menjelang Muktamar ke-35. Semua pihak tengah bergerak untuk memperoleh dukungan maksimal demi memenangkan posisi strategis dalam kepemimpinan NU ke depan.

Source link