**Syarikat Islam Dorong Ekonomi Umat dan Jakarta Berkelanjutan**

by -53 Views

Syarikat Islam mendorong penguatan dakwah ekonomi melalui gerakan nyata yang berdampak langsung pada kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Gagasan itu mengemuka dalam Seminar dan Dialog Publik bertajuk “Jakarta Berkelanjutan” yang digelar di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Kongres Nasional ke-42 Syarikat Islam yang akan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada 18-20 Oktober 2026. Kongres itu mengusung tema “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati”.

Dakwah ekonomi diarahkan pada gerakan nyata

Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengatakan kongres mendatang harus dimanfaatkan untuk memperkuat dakwah ekonomi melalui kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Dakwah ekonomi tidak cukup hanya menjadi gagasan. Ia harus hadir dalam gerakan nyata yang membangun kemandirian dan kesejahteraan umat,” ujar Hamdan dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah tokoh hadir dalam seminar dan dialog publik itu. Mereka antara lain Sekretaris Jenderal Syarikat Islam sekaligus Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco, serta perwakilan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Seminar membahas berbagai persoalan perkotaan yang berkaitan dengan keberlanjutan Jakarta. Isu yang diangkat mencakup ketahanan air, lingkungan, perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan partisipasi masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor untuk Jakarta

Basri Baco menilai keberlanjutan Jakarta membutuhkan kerja bersama dari berbagai unsur. Menurut dia, pemerintah tidak dapat menangani seluruh persoalan kota seorang diri.

“Jakarta berkelanjutan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan keterlibatan legislatif, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan warga,” kata Basri.

Arief Nasrudin menyoroti ketahanan air sebagai salah satu unsur penting dalam membangun ketahanan kota. Ia menekankan bahwa pengelolaan air tidak semestinya dibebankan hanya kepada satu lembaga.

“Ketahanan air adalah bagian penting dari ketahanan kota. Pengelolaan air tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, tetapi membutuhkan kesadaran dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Arief.

Logo Kongres Nasional ke-42 diluncurkan

Rangkaian kegiatan menuju Kongres Nasional ke-42 juga ditandai dengan peluncuran logo kongres. Logo tersebut memuat angka 42, lambang Syarikat Islam, lingkaran, serta panah emas yang mengarah ke atas.

Setiap elemen logo merepresentasikan pesan yang menjadi bagian dari perjalanan organisasi, yakni kesinambungan, persatuan, pertumbuhan, dan semangat pembaruan. Melalui rangkaian ini, Syarikat Islam mendorong pertemuan gagasan di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan sebelum pelaksanaan kongres di Surabaya.

Source link